Masuk Tivi

Media, Story,

Sebenarnya aku mau menulis opini tentang media dan informasi . Tapi tetiba jadi keinget kejadian masa lalu yang mungkin bisa dibilang sebagai game changer. Kenapa? karena ku jadi lumayan terkenal waktu itu (gak juga sih). Jadi kejadiannya simpel. Stupid Fayed iseng bikin sesuatu. iseng post di LINE. iseng share-share ke orang. Eh jadi viral! bahkan sampai akun ca*puspedia ngerepost postingannya (sebelum kupaksa hapus karena serem juga kalau fotoku kesebar kemana-mana).

Jadi ini tulisan post di LINE nya.

~~

[Klarifikasi KM ITB Masuk TV]

Jadi kalian masih inget foto ini? Foto yang aku share di instastory tadi pagi di @fayeddd. Sebelumya aku ingin mohon maaf untuk siapapun yang telah percaya bahwa Keluarga Mahasiswa ITB benar-benar masuk NET TV. Ini adalah sebuah eksperimen kecilku bagaimana media sosial dapat membiaskan informasi dengan mudah dan bagaimana manipulasi foto dapat mendukung hal itu.

Dua foto yang aku share adalah hasil manipulasi foto kunjungan KM ITB ke kantor dan studio NET TV pada tanggal 18 Oktober 2017. Saat itu lima anak ITB termasuk diriku berkesempatan untuk berpose di studio dengan seizin pegawai NET TV. Kami tidak dalam keadaan syuting dan benar-benar hanya berpose. Foto aslinya seperti yang terlampir.

Selanjutnya aku menambahkan beberapa ornamen NET TVdan Youtube Live, serta merubah latar gambar seakan-akan kami berada di acara Indonesia Morning Show. Terakhir, aku mengupload ke instastory foto hasil editan yang ditampilkan layar penuh di laptop yang membuat seakan-akan itu adalah hasil siaran tv yang sedang distreaming di Youtube.

SURPRISE! Ratusan orang nge-DM dan percaya kalau aku benar-benar masuk tv. Informasi ini juga sangat cepat tersebar ke teman-teman SMP, SMA, dan kampus. Dari situ aku belajar bahwa media ternyata sekuat itu untuk meningkatkan citra seseorang, sekuat itu pula saat ingin menurunkan citra seseorang.

Welcome to jaman now kalau kata orang, di mana fakta dan dusta agak beda tipis. Tersedia banyak cara untuk memanipulasi banyak hal. Semua itu baik, yang membuat itu buruk adalah bagaimana cara kita menyikapinya.

Di momen yang sudah mendekati PEMIRA, menjadikan media sebagai senjata untuk kemenangan akan menjadi strategi terbaik. Jadi untuk massa kampus, selamat menikmati propaganda informasi dan jangan lupa untuk mencerna semua sebaik-baiknya.

Bandung, 19 Oktober 2017

Fayed, Pemimpi Tapi Tidur

~~

Yak itu tulisannya!

Supaya paham, jadi PEMIRA itu adalah pemilu raya. Bisa dibilang seperti pemilu Indonesia, tapi kali ini yang dipilih adalah presiden untuk Keluarga Mahasiswa ITB.

Tulisan ini jadi berkesan banget, karena selain memang dishare ribuan orang, melainkan juga membuktikan apa yang kutulis di kalimat pembuka.

“media sosial dapat membiaskan informasi dengan mudah dan bagaimana manipulasi foto dapat mendukung hal itu.”

Beberapa waktu setelah postingan ini viral, drama receh kehidupan mahasiswa meledak. PEMIRA jadi panas. Penyebabnya adalah screenshotan chat-chat elitis kampus Ganesha yang kesebar. Ujungnya ketauan kalau ternyata itu ada unsur manipulasi alias fotonya diedit-edit.

Kalau dipikir-pikir, postingan viralku ini tuh berguna sebagai peringatan atau inspirasi bagi orang ya?

Sekarang ada yang lebih seram lagi, yaitu manipulasi video. Apalagi kini teknologinya tidak nanggung-nanggung. Aku ingin ceritakan salah satu kehebatan teknologinya. Tapi takut sendiri.

Takutnya, nanti malah tidak sengaja menginspirasi orang lain lagi. ehe

1

Leave a Reply