Oh Jakarta Kampoengku

“Bila kelak Tuhan memanggil kita. Adakah satu prestasi yang sudah kita torehkan di muka bumi? Anak cucu generasi penerus kita telah aman dan sejahtera? Ataukah masih saja dalam kondisi yang tidak menentu bahkan terpuruk dan menderita?”

Untuk sekarang masih terlalu sulit untukku melihat Indonesia. Tapi cukuplah negeri elok ini terwakilkan dengan citra ibukotanya. Jakarta oh Jakarta, apa salahmu sampai titel ibukota pun ingin dilepaskan karena permasalahan yang engkau punya. Mereka berdalil demi pemerataan pembangunan, demi kemajuan Indonesia timur, demi keamanan dari bencana alam. Tapi apa benar?

Sejuta umat telah ada di Jakarta. Mengadu hoki dengan berdagang. Mencari kerja di perusahaan multinasional. Mengumpulkan masa untuk berdemo. Menjual diri di bawah tanah. Atau bahkan hanya sekedar menjalani hidup seperti biasa. Semuanya berkumpul. Orang kaya. Orang miskin. Orang waras. Orang gila. Membawa juga sejuta masalahnya.


Terlepas dari itu semua, biarlah!

Bagaimana mereka bisa sejahtera,
bila sepanjang hari kita hanya menghujat
dan tidak berbuat apa-apa?
untuk menjaga kota ini.

Mari Percepat Langkah
menuju Indonesia Berdaya
dengan Jakarta Berdaya

“Oh Jakarta Kampoengku”
catatan hidup putra korporat ibukota

dilengkapi dengan kalimat-kalimat inspiratif yang didapat dari buku yang dibaca dan yang ditemukan di corat-coretan tembok jalanan.

hati-hati, catatan ini penuh dengan opini dan konspirasi

baca ceritanya dengan klik gambar di bawah ini