2020 : Tahun Ekspektasi

Self Thought

Tahun 2019 lalu, kehidupan di kampus bisa dibilang sebagai puncak efek dari pembelajaran selama ini. Saya kerap semangat menembus batas diri. Bertambah memori kenangan dengan menjuarai lomba-lomba nasional maupun internasional, membantu dosen-dosen secara sukarela, mengikuti konfrensi bergengsi, memulai menghafal kembali Al Quran yang sempat hilang, menggali ilmu-ilmu keagamaan, menulis buku pertama saya, merutinkan berbagi hasil pembelajaran hidup di blog, mendirikan komunitas sendiri, menyelesaikan tugas akhir tepat waktu, lulus kuliah dan mendapatkan Ganesha Award, mulai bekerja dan berpenghasilan, bahkan menumbuhkan niat untuk itu.

Sebenarnya, saya tidak terlalu merasa diri sebagai high-achiever sebagaimana orang melihat. Bagi saya, memang sudah selayaknya seorang muslim berperilaku demikian–yang berusaha melakukan yang bisa dilakukan terbaik di pengawasan Penciptanya. Apalagi semangat dan niatnya ada di kata lillah.

Lalu apa ekspektasi saya di tahun 2020? Seharusnya tahun ini akan menjadi anak tangga yang spesial.

Pertama, di tahun ini akan terlihat bagaimana diri saat berada di dunia pekerjaan. Terbantai? Bosan? Atau justru ketagihan? Ekspektasinya adalah yang penting kerja benar dan tambah relasi profesional, syukur-syukur kalau industrinya semakin sesuai dengan rencana kuliah S2. Kalau sudah kerja begini memang gaji akan menjadi tantangan. Akankah barang itu menguasai atau dikuasai. Ekspektasinya? Barang itu diberkahi.

Kedua, di tahun ini harus datang ke Pasar Seni ITB! lah ngapain semangat banget ke acara itu sampai jadi target tahunan? Tentu semangat, karena hidup itu pendek dan seni itu panjang. Bertemu orang-orang yang isi kepalanya unik, random, dan ga ada ujungnya itu akan jadi momen sangat berharga. Apalagi ini acara 5 tahunan. Seantero Indonesia pasti berbondong-bondong datang ke Bandung. Nah kali aja kan menemukan yang selama ini tersembunyi… Hikmah maksudnya!

Ketiga, tahun ini akan menjadi tahun percepatan lainnya. Khususnya di pertengahan tahun. Persiapan S2 sudah harus dilakukan, resign kerja pun harus dipikirkan, produktivitas ditingkatkan, mimpi kembali dimekarkan, dan menikah disegerakan ehh. Ya ekspektasinya jangan sampai tahun 2020 justru memperlambat fase hidup. Kalau sudah berlari, minimal sekarang berlari lebih cepat. Kalau diri sudah tau kematian semakin mendekat, seharusnya semakin banyak amalan karya yang dibuat.

Sekali lagi, tahun 2020 seharusnya akan menjadi anak tangga yang spesial. Yang darinya, mungkin akan mulai ada banyak kaki-kaki baru untuk melangkah bersama.

Kecuali kalau diri ini masih belum bisa move on dengan anak tangga tahun lalu.

Leave a Reply