Pasukan Gajah Jilid 2

Tetiba ada yang bikin heran. Lima tahun terakhir, biasanya ada yang selalu jago menarik simpati hati rakyat. Segala penerapan ilmu pencitraannya pasti deh dapet nilai seratus. Eh tiba-tiba sekarang, kok jadi malah kayak amatiran? Seakan sing penting nge-gas walau tanpa nge-feel. Jangan-jangan karena sekarang kurang engeh dengan surah Al-Fil?

~~

Apa kamu tidak memperhatikan?

Surah Al-Fil ini memang pendek. Tapi rasanya, ini seperti diperuntukan untuk orang cerdik yang berpikir panjang. Bagaimana tidak, ceritanya menceritakan tentang seorang raja cerdas dan perkasa. Raja yang berpikirnya loncat-loncat melewati zaman. Nama rajanya adalah Raja Abrahah. Konon, beliau iri dengan keberadaan Kabah di Kota Mekkah yang membuat kota tersebut didatangi oleh banyak investor peziarah. Sang raja bersama penasihatnya berpikir, bagaimana caranya dia juga bisa mendatangkan para peziarah untuk datang ke negerinya sehingga perputaran ekonomi di tempat itu bisa semakin tumbuh. Lalu tercetuslah ide untuk membuat bangunan sebagai pesaing Kabah. Tentu, Raja dan penasihatnya tidak akan tanggung-tanggung, dibuatlah bangunan pesaing Kabah itu semegah mungkin demi menarik hati para peziarah. Tidak peduli modal awalnya banyak karena keuntungan di masa depan pasti akan luar biasa. Namun lalu apa? rencananya gagal total! Peziarah tetap memilih untuk berpergian ke Kabah di Kota Mekkah. Negerinya kalah saing.

Sebagai seorang raja, tentu Abrahah tidak mau menyerah begitu saja. Dia berpikir lebih keras lagi, saking kerasnya hingga ego mengeraskan hatinya. Tercetuslah sebuah pemikiran : Hancurkan saja Kabah, dengan menyingkirkan pesaing utama, tentu rencananya pasti berhasil!

Rencana itu disambut kurang antusias oleh para penasihatnya. Orang-orang di sisi raja Abrahah sadar, Kabah bukanlah bangunan biasa. Itu adalah bangunan yang dibangun oleh Ibrahim AS–nabi penyelamat manusia dari kegelapan pada zamannya. Tapi tidak bagi Abrahah. Dia sudah ketok palu. Alias sudah kekeh, bahwa itu satu-satunya cara supaya dia menang.

Akhirnya disiapkan lah pasukan gajah untuk menyerang Kabah. Tau apa itu pasukan gajah? Wallahualam. Tapi sebagian orang mengatakan itu sebagai pasukan yang luar biasa tidak terduga-duga keberadaannya. Bayangkan saja, di tengah daratan gurun tiba-tiba kita melihat pasukan gajah, maka kita akan merasakan seluruh otot tubuhnya kaku tak mau bergerak saking kagetnya.

Setelah berhari-hari strategi penyerangan dirancang. Maka berletih-letih ria pula seluruh pasukan elit dilatih. Setahun, dua tahun, hingga beberapa tahun, rencana ini disusun agar berhasil. Lalu, apa yang dilakukan Allah saat melihat sang Raja Abrahah yang cerdas ini sedang merancang strategi penyerangan yang luar biasa?

Allah akan menyebabkan tipu daya orang-orang itu menjadi sia-sia.

Betul, Allah membiarkan seluruh persiapannya berjalan dengan mulus. Dibiarkan pasukan gajah tersebut semakin menjadi overpower seakan tidak ada yang dapat menghalanginya saat menuju Kabah.

Sesampainya sang Raja Abrahah di target utama, barulah kuasa Allah ditunjukkan. Dia hadirkan burung-burung yang berhamburan menyerbu para pasukan gajah, seraya melemparkan bebatuan pijar menghantam orang-orang itu. Lalu Dia jadikan orang-orang itu menyerupai tunggul-tunggul jerami yang remuk.

Seluruh orang di Mekkah yang awalnya kaku tak bergerak semakin tidak bisa berkata apa-apa melihat kejadian itu. Mereka keheranan apa yang sedang terjadi.

Begitulah, Allah telah membuat seluruh tipu daya orang cerdik menjadi sia-sia. Dibiarkan mereka merasakan manis kemenangan di awal, lalu dipahitkan seketika di penghujung rencana. Dan Dia ceritakan kepada kita lewat Quran, agar selanjutnya dapat menjadi hikmah.

~~

Sekarang, ku jadi merinding. Kenapa ku tiba-tiba jadi berani menulis ini? Apa ku terpantik karena telah melihat begitu banyaknya kawan yang telah berhamburan di jalan menyerbu orang-orang itu, seraya melemparkan pemikiran kritis menghantam ego orang-orang itu?

Ah, semoga benakku salah. Selamatkanlah bangsa ini Ya Allah.

Leave a Reply