Kibaskan Sayap Mereka

Malam minggu kemarin, pertemuan 10 generasi baru saja dilakukan. Lebih tepatnya, pertemuan 10 angkatan Skhole-ITB Mengajar. Kami berkumpul virtual di acara Halal Bihalal Skhole. Ide acaranya simpel; pertemukan orang-orang, biarkan bahasan di dalamnya mengalir dengan sendiri. Dengan persiapan 2 hari, sukses lah acaranya dibuka dan ditutup.

Sebenarnya banyak topik obrolan acara kemarin yang bisa saya tuangkan kesini. Dari cerita kakak angkatan 2008 yang ternyata bukan angkatan pertama Skhole. Cerita kakak angkatan 2011 yang bingung setengah mati berhadapan dengan warga. Cerita kakak angkatan 2012 yang sukses bikin gerakan satu kampus. Tapi khusus sekarang, saya lebih tertarik cerita ulang terkait curhatan para Ketua Skhole angkatan-angkatan muda.

Para angkatan muda bercerita, kalau bara semangatnya untuk mau lelah-lelah ngurusin organisasi pendidikan ini adalah akibat tulisan-tulisan di tumblr seseorang. Tulisan tersebut seperti harta karun saat ditemukannya pertama kali. Yang membaca langsung mengubah bayangan sejarah yang ada, dan membayangkan alternatif masa depan yang berbeda. Begitulah yang terjadi saat tulisan-tulisan Ketua Skhole di generasi kedua ditemukan.

Dari tulisan sederhana yang penuh kritikan dan ketulusan itu, Skhole bisa kembali menemukan jati dirinya. Maka lihatlah sekarang, organisasi berisikan lima orang bisa tumbuh menjadi beratus-beratus orang. Karya-karyanya mulai apik ditampilkan di mana-mana. Eksistensinya semakin dihargai dan ditiru. Dan yang terpenting, semoga manfaatnya semakin menebar luas kemana-mana.

Ya begitulah. Saya sangat terharu mendengar curhatan Ketua Skhole generasi muda di momen akhir halal bihalal itu. Saya juga jadi keingat bara semangat saya tentang ‘terinspirasi dan menginspirasi’. Sayang, momen cerita itu tak terabadikan.

Tapi yang lebih disayangkan lagi, sang pemilik tulisan tumblr tiba-tiba ngemute dan mematikan videocallnya saat momen itu terjadi. Takutnya saya, dia lagi kebetulan meninggalkan laptopnya. Eh atau jangan-jangan, justru dia sedang mengisak tangis, tidak percaya apa yang dikatakan adik-adiknya.

Leave a Reply