Proses dan Rekayasa Pantai Bali Indonesia

Setelah dua tahun di Teknik Kelautan ITB (KL ITB), akhirnya belajar sesuatu yang sangat-sangat menarik. Menarik karena pelajaran ini telah membuka mata terkait pantai. Biasanya saat ke pantai, ya hanya untuk main, berenang, dan nyantai, namun sekarang jadi bisa lebih peka untuk merenungi semua proses alam yang terjadi di sini. Tambah asiknya, KL ITB kuliah lapangannya pergi ke Bali. Ngapain coba di Bali? tentu untuk mencocokan langsung antara apa yang dikatakan teori dan apa yang ditunjukkan realita.

Jadi untuk lebih memudahkan pemahaman teman-teman terkait pantai, nanti saya akan tambahkan ilustrasi dan contoh-contoh yang ada di Bali.

~~

Pantai Pandawa Timur

Apa sih pantai? simpelnya pantai adalah daratan sepanjang pesisir yang terdiri dari pasir halus. Pantai biasanya terbentuk akibat sedimen kecil yang bergerak ke pesisir .  Lah emang sedimennya punya kaki? nooo, sedimennya digerakkan oleh something else, yaitu oleh gelombang laut, arus laut, pasang surut, aktivitas tektonik, manusia, dll. Pergerakan sedimen itu lah yang akhirnya disebut dengan Transpor Sedimen

Transpor sedimen yang terjadi terus menerus akan mengubah konfigurasi pantai (bentuk pantai). Itulah kenapa dapat dikatakan pantai adalah daerah yang sangat unik, karena bisa berubah terus menerus tiap saat.

Perlu kalian ketahui, saat terjadi perubahan konfigurasi pantai maka akan ada perubahan sifat gelombang laut di sekitarnya. Dan saat sifat gelombang laut berubah maka sifat transpor sedimen juga akan ikutan berubah. Jadi di sini ada tiga hal yang saling mempengaruhi (coupled) ; konfigurasi pantai-sifat gelombang laut-sifat transpor sedimen. Tapi perlu digarisbawahi bahwa ketiganya berubah dengan skala ruang dan waktu yang berbeda.

Transpor Sedimen

Arah sedimen yang bergerak di pantai, selalu mengikuti arah rambat gelombang datang. Karena biasanya gelombang akan selalu datang ke pantai dengan sudut miring (akibat refraksi) maka arah gelombang datang bisa diproyeksikan menjadi dua arah; tegak lurus pantai dan sejajar pantai. Dua arah ini mengakibatkan transpor sedimen terbagi dua juga, yaitu

  1. Transpor Tegak Lurus Pantai (cross-shore transport)

Ya dari namanya, ini adalah transpor sedimen akibat gelombang yang tegak lurus pantai. Ketika gelombang pantainya kecil (biasanya saat musim panas), sedimen bakal relatif terdorong ke pesisir daratan sehingga membentuk tumpukan pasir. Dan saat gelombangnya besar (saat musim dingin) sedimen bakal relatif tertarik lagi. Sehingga akan ada saatnya pantai ini muncul dan saatnya si pantai tidak muncul. Gelombang tegak lurus pantai ini bisa merubah profil pantai dalam waktu cepat alias bisa dalam harian-bulanan-musiman atau saat badai.

Ilustrasi Profil Pantai Akibat Gelombang Tegak Lurus

2. Transpor Sejajar Pantai (longshore transport)

Nah yang ini intinya, sedimen bergerak sepanjang pesisir akibat gelombangnya bergerak sejajar pantai. Ini juga bisa merubah bentuk pantai secara masif tapi relatif dalam waktu yang lama alias dalam tahunan. Perlu diingat, transpor sejajar pantai hanya ada kalau gelombangnya datang ke pantai dengan membentuk sudut.

Dua arah tersebut membuat jalur transpor sedimen keseluruhan membentuk jalur zig-zag. Karena ada yang terus menurus mendorong dan menarik, dan juga menggerakannya ke samping. Transpor sedimen gabungan dua arah ini membutuhkan waktu proses yang lama.

Ilustrasi Gelombang Datang dan Transpor Sedimen

Laju Sedimen

Laju sedimen adalah volume sedimen yang bergerak per satuan waktu. Jadi jika kita mengamati satu titik A (lihat ilustrasi) maka di titik itu akan ada laju sedimen yang bergerak keluar (A ke 2) , juga ada laju sedimen yang bergerak masuk ke titiknya (1 ke A) . Kalau laju yang keluar = laju yang masuk maka pantai dalam kondisi seimbang (tidak ada perubahan bentuk pantai). Tapi kalau laju keluar < laju masuk maka akan ada Akresi (penambahan pantai). Sedangkan kalau laju keluar > laju masuk maka akan terjadi Erosi (pengurangan pantai).

Salah satu penyebab perubahan pantai terbesar adalah adanya sesuatu (obstacles) yang menghalangi gelombang datang ataupun jalur transportasi sedimennya, sehingga akan ada selisih laju yang masuk dengan yang keluar di satu titik. Sesuatu tersebut bisa berupa struktur breakwater, groin, jetty, bangunan, ataupun sebuah pulau.

Ilustrasi  Pantai Seimbang Akibat Laju Sedimen Sejajar Pantai
Ilustrasi Akresi dan Erosi Akibat Laju Sedimen Sejajar Pantai

Perubahan dan Rekayasa Pantai di Bali

Contoh yang menarik dari perubahan dan rekayasa pantai bisa diliat di Bali. Akibat adanya Pulau Peninsula di Tanjung Benoa maka gelombang yang datang terhalangi sehingga terbentuklah Pantai Nusa Dua yang sangat-sangat eksotis karena laju sedimen keluar lebih kecil daripada laju sedimen datang.

Ilustrasi Pembentukan Tombolo di Pulau Peninsula dan Pulau Nusa Dharma
Daratan Nusa Dua Bali

Bisa dilihat beberapa titik di balik pulau, laju sedimen keluarnya minim, sebab gelombang laut yang datang terhalangi pulau. Proses alam ini menimbulkan daratan pantai yang menempel ke pulau itu disebut Tombolo.

~~

Namanya juga manusia, tidak lepas yang namanya belajar dari alam. Setelah tau suatu penghalang bisa mengatur konfigurasi pantai maka direkayasalah struktur untuk membentuk pantai yang cantik. Tidak usah mencari contohnya ke luar negeri, Indonesia punya banyak di Bali.

Jadi awalnya pantai Bali tidak memiliki struktur apapun, tapi lalu dirancanglah struktur penghalang gelombang untuk menumbuhkan pantai di daerah tersebut. Jadi di beberapa titik akan ada penumbuhan pantai yang sangat indah dan tebal (biasanya titik tersebut adalah daerah pariwisata) dan juga ada beberapa titik yang dikorbankan untuk menanggung efek sampingnya (biasanya titik tersebut adalah daerah tidak berpenghuni).

Di bawah ini adalah contoh akibat Bali membangun groin dan offshore breakwater

Ilustrasi Sebelum dan Sesudah Pantai Sanur Bali
Citra Satelit Pantai Sanur Bali
Citra Satelit Pantai Nusa Dua Bali
Citra Satelit Pantai Jerman Bali

Keren banget emang Bali!

Cerita di Balik Rekayasa Pantai Bali

Jauh sebelum struktur-struktur itu dibangun, masalah yang ada di Bali ini krusial banget. Pantai Kuta terus terkikis karena gelombang besar, begitu juga dengan Pantai Nusa Dua, Pantai Sanur, dan Tanah Lot. Maka perlu dipikirkanlah caranya agar ‘bahan jualan Bali’ ini tetap ada dan berkembang.

Kemungkinan caranya saat itu bisa banyak, yaitu

  1. Bangun Submerged Breakwater (pemecah gelombang di dalam laut) untuk memperkecil gelombang yang datang. Tapi ide ini ditentang karena perserlancar yang gak notice dengan struktur ini bisa aja cedera karena jatuh di batu breakwater
  2. Bangun Offshore Breakwater (penahan gelombang di tengah laut yang terlihat di permukaan) untuk menahan gelombang yang datang. Tapi ide ini juga dianggap buruk karena pantai Bali butuh gelombang yang besar untuk berselancar.
  3. Bangun Groin Tegak Lurus Pantai untuk menangkap sedimen sehingga pasir pantai tidak kemana-mana. Tegak lurus? Buruk! This is Bali, The Island of God, Everything needs to be beautiful! Warga lokal Bali tingkat seninya sangat tinggi, mereka tidak menerima kalau bentuknya jelek dan kaku seperti itu (tegak lurus itu dianggap kaku dan tidak mencerminkan budaya Bali yang sunang lekukan)
  4. Tambahin Pasir Pantai (Beach Nourishment) agar pasir pantainya terus ada saat terjadi pengikisan. Cara ini dianggap terlalu mahal karena perlu mengeruk pasir dari pulau sebelah terus ditimbun. Walau terdengar simpel, tapi anggarannya bisa saja lebih besar daripada membangun struktur.

Lalu bagaimana? setelah dipikir-pikir dan proses yang cukup ulet, tersimpulkanlah cara-cara yang dianggap terbaik oleh rekayasawan pantai, yaitu

  1. Pantai Kuta akan dilakukan Beach Nourishment. Tidak apa-apa mahal, karena Pantai Kuta sudah seperti jantungnya Bali. Ini bisa jadi investasi pembangunan daerah sekitar juga kalau pantai yang satu ini bisa terus hidup. Terus pasir timbunannya dipilih yang putih banget jadi bakal terlihat syantik!
  2. Pantai Nusa Dua dan Pantai Sanur akan dibangun Groin dengan desain yang melekuk-lekuk dan diatur keindahannya. Mungkin untuk pertama kalinya di Indonesia, pengerjaan teknik kelautan sangat memperhatikan estetika. Batu-batu yang digunakan untuk Groin ini juga dipilih dengan warna yang cocok dengan warna pasir pantainya yaitu putih krem.
  3. Tanah Lot dibangun Submerged Breakwter dengan warna yang cocok dengan warna pulau dan daratan di sana, lagipula di sana tidak ada yang berselancar. Jadi tidak apa jika harus memecahkan gelombang untuk mempertahankan pulaunya. Batu-batu di sini dibangun di dalam laut dengan ukuran batu yang sangat besar agar super efektif. Fyi, Sebelum ini sudah pernah dibangun offshore breakwater di sina, tapi orang lokal dan turis tidak suka karena dianggap menganggu pemandangan dan sayangnya waktu itu juga runtuh strukturnya karena desainnya tidak menyangka kekuatan gelombang di sana akan sebesar itu.
Offshore Breakwater dan Si Calon Tombolo
Pantai Nusa Dua dengan Pembangunan Groin Terbanyak
Hiasan Gazebo Wajib Ditambahkan di Setiap Groin

Begitu ceritanya, setelah belasan tahun, baru terasa dampak pembangunan groin dan breakwater di Bali. Sekarang pantai pasir cantik tetap ada, melainkan jadi bertambah. Bisa dibilang Bali tetap hidup karena Ocean Engineer! Yeah! 

Mungkin untuk jadi perhatian juga kepada para masyarakat Indonesia yang suka membuat bangunan di pantai sembarangan. Karena sering kejadian, bikin struktur di pinggir laut terus tiba-tiba pantai di sana malah erosi karena tidak menahu konsep ini.

Semoga bermanfaat dan semoga kita bisa jadi lebih peka terhadap rekayasa yang terjadi di lingkungan  kita.

 

3

Authors gravatar

Manik

Mantab, terimakasih kak! cocok buat tugas kuliah saya

Leave a Reply